Apa itu angka Romawi?
Angka Romawi adalah sistem penulisan bilangan dari Romawi Kuno yang memakai huruf: I = 1, V = 5, X = 10, L = 50, C = 100, D = 500, M = 1000. Di Indonesia angka ini masih dipakai pada penomoran bab, nomor jam di jam dinding, tahun di batu peringatan, penomoran undang-undang, dan bulan di nomor surat (misalnya 12/III/2026).
Aturan penulisan
- Huruf yang sama boleh diulang paling banyak tiga kali berturut-turut, misalnya III = 3 dan XXX = 30.
- Huruf bernilai kecil di kanan ditambahkan: VI = 6, XV = 15.
- Huruf I, X, dan C yang diletakkan di kiri huruf yang lebih besar dikurangkan: IV = 4, IX = 9, XL = 40, XC = 90, CD = 400, CM = 900.
- Huruf V, L, dan D tidak pernah diulang atau dikurangkan.
Contoh konversi
Angka 2026 = 2000 + 20 + 6 = MM + XX + VI = MMXXVI. Angka 1994 = M + CM + XC + IV = MCMXCIV. Dengan cara sebaliknya, XLII = 40 + 2 = 42.
Mengapa batasnya 3999?
Dengan huruf M sebagai bilangan terbesar yang boleh diulang tiga kali, angka Romawi standar hanya mencapai 3999 (MMMCMXCIX). Bilangan yang lebih besar secara tradisional memakai garis di atas huruf yang artinya dikalikan 1000, tetapi notasi ini jarang dipakai. Alat ini juga memeriksa keabsahan penulisan, sehingga bentuk salah seperti IIII atau VX akan ditolak.