Cara menghitung kebutuhan beton
Mulailah dengan volume cor: volume = panjang × lebar × tebal (semua dalam meter). Contoh pelat 4 × 3 m setebal 10 cm bervolume 4 × 3 × 0,1 = 1,2 m³. Tambahkan cadangan sekitar 5% untuk tumpah dan permukaan tidak rata.
Dari volume basah ke bahan kering
Bahan kering yang dicampur akan menyusut saat bercampur air dan dipadatkan. Perhitungan ini memakai faktor sekitar 1,54: volume bahan kering = volume beton × 1,54. Volume itu dibagi sesuai perbandingan campuran. Pada campuran 1 : 2 : 3 (total 6 bagian), semen mendapat 1/6, pasir 2/6, dan kerikil 3/6. Volume semen dikonversi ke berat dengan massa jenis curah sekitar 1.440 kg/m³, lalu dibagi isi sak (40 atau 50 kg).
Memilih campuran
- 1 : 2 : 3 menghasilkan beton lebih kuat untuk kolom ringan, balok, dan pelat.
- 1 : 2 : 4 cocok untuk pelat lantai dan pondasi ringan.
- 1 : 3 : 5 untuk lantai kerja, rabat, atau pekerjaan non-struktural.
Peringatan penting
Angka ini adalah perkiraan awal untuk anggaran. Kekuatan beton juga dipengaruhi rasio air semen, mutu agregat, dan cara perawatan. Untuk pekerjaan struktural seperti kolom, balok, dan pelat bertulang, ikuti gambar kerja dan konsultasikan dengan insinyur sipil atau tukang berpengalaman. Beli bahan sedikit lebih banyak karena ada sisa dan kehilangan di lapangan.