Tiga perhitungan persen yang paling sering dipakai
Persen berarti "per seratus". Kalkulator ini menangani tiga kebutuhan harian: menghitung bagian dari suatu angka, mencari persentase suatu angka terhadap total, dan menghitung kenaikan atau penurunan antara dua nilai.
Rumus
- A persen dari B = A ÷ 100 × B. Contoh: 15% dari 200 adalah 30.
- A adalah berapa persen dari B = A ÷ B × 100. Contoh: 30 dari 200 adalah 15%.
- Perubahan persen = (B − A) ÷ A × 100. Contoh: dari 80 ke 100 naik 25%.
Contoh penggunaan di kehidupan sehari-hari
Menghitung pajak atau PPN dari harga, menentukan diskon, melihat kenaikan gaji dibanding tahun lalu, atau menghitung nilai ujian dari total soal. Misalnya gaji naik dari Rp8.000.000 menjadi Rp9.200.000: perubahan = (9.200.000 − 8.000.000) ÷ 8.000.000 × 100 = 15%.
Kesalahan yang sering terjadi
Kenaikan 20% lalu penurunan 20% tidak mengembalikan ke angka awal, karena basis persennya berbeda. Dari 100 naik 20% menjadi 120, lalu turun 20% menjadi 96. Perhatikan juga bahwa selisih persentase (poin persen) berbeda dengan perubahan persen: dari 10% ke 12% adalah naik 2 poin persen, tetapi kenaikan relatifnya 20%.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara menghitung persen dari suatu angka?
Bagi persen dengan 100 lalu kalikan dengan angkanya. Contoh 15% dari 200 adalah 0,15 × 200 = 30.
Bagaimana cara menghitung persentase kenaikan?
Kurangi nilai baru dengan nilai lama, bagi dengan nilai lama, lalu kalikan 100. Dari 80 menjadi 100 berarti naik 25%.
Apa bedanya persen dan poin persen?
Poin persen adalah selisih dua persentase, misalnya 10% ke 12% naik 2 poin persen. Perubahan persen menghitung kenaikan relatif, yaitu 20%.
Bagaimana mencari angka asli jika sudah diketahui persennya?
Bagi nilai bagian dengan persen lalu kalikan 100. Jika 30 adalah 15% dari suatu angka, angkanya 30 ÷ 15 × 100 = 200.
Mengapa perubahan persen dari nol tidak bisa dihitung?
Karena pembagian dengan nol tidak terdefinisi. Kalkulator akan meminta angka awal selain nol.
Alat ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan perkiraan. Hasilnya tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional di bidang keuangan, pajak, hukum, medis, atau teknik. Selalu verifikasi perhitungan penting dengan profesional berkualifikasi atau sumber resmi sebelum mengambil keputusan.