Bisnis dan belanja

Kalkulator Titik Impas (BEP)

Ketahui berapa unit harus terjual agar usaha tidak rugi.

Kalkulator titik impas (break even point) ini menghitung jumlah unit dan omzet minimal agar usaha Anda tidak rugi, serta unit yang dibutuhkan untuk mencapai target laba tertentu.

Sewa, gaji tetap, listrik, cicilan
Bahan baku, kemasan, komisi per unit

Titik impas (unit)

—

Titik impas (omzet)

—

Margin kontribusi per unit

—

Rasio margin kontribusi

—

Unit untuk mencapai target laba

—

Cara menggunakan alat ini

  1. Isi total biaya tetap usaha dalam satu periode, misalnya sebulan.
  2. Masukkan harga jual dan biaya variabel per unit.
  3. Tambahkan target laba bila ada, lalu tekan Hitung untuk melihat titik impas.

Apa itu titik impas?

Titik impas atau Break Even Point (BEP) adalah kondisi saat total pendapatan sama dengan total biaya sehingga usaha tidak untung dan tidak rugi. Penjualan di atas titik impas menghasilkan laba, di bawahnya menimbulkan kerugian. Angka ini penting bagi UMKM saat menentukan harga, target penjualan, atau memutuskan membuka cabang baru.

Rumus BEP

Contoh

Warung kopi memiliki biaya tetap Rp10.000.000 per bulan. Harga jual satu cangkir Rp50.000 dengan biaya variabel Rp30.000. Margin kontribusi Rp20.000, sehingga BEP = 10.000.000 ÷ 20.000 = 500 cangkir atau omzet Rp25.000.000. Untuk laba Rp5.000.000 perlu 750 cangkir per bulan.

Cara memakai hasilnya

Bandingkan BEP dengan kapasitas dan rata-rata penjualan harian Anda. Jika BEP terlalu tinggi, ada tiga jalan: naikkan harga, turunkan biaya variabel, atau tekan biaya tetap. Pisahkan biaya tetap dan variabel dengan jujur. Biaya semi variabel seperti listrik perlu dipecah. Perhitungan ini mengasumsikan harga dan biaya per unit konstan, jadi gunakan sebagai pedoman perencanaan dan perbarui secara berkala.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa rumus titik impas?

Biaya tetap dibagi margin kontribusi per unit, yaitu harga jual dikurangi biaya variabel per unit.

Apa itu biaya tetap dan biaya variabel?

Biaya tetap tidak berubah dengan volume penjualan, misalnya sewa dan gaji tetap. Biaya variabel naik turun mengikuti jumlah unit, misalnya bahan baku.

Mengapa hasil BEP dibulatkan ke atas?

Karena unit tidak bisa dijual sebagian. Anda perlu menjual satu unit penuh lebih banyak agar biaya tetap benar-benar tertutup.

Bagaimana jika harga jual lebih rendah dari biaya variabel?

Setiap penjualan menambah kerugian sehingga tidak ada titik impas. Naikkan harga atau turunkan biaya variabel.

Apakah BEP termasuk pajak?

Tidak. Masukkan pajak yang bersifat tetap sebagai biaya tetap, dan pajak per penjualan sebagai biaya variabel.

Alat ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan perkiraan. Hasilnya tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional di bidang keuangan, pajak, hukum, medis, atau teknik. Selalu verifikasi perhitungan penting dengan profesional berkualifikasi atau sumber resmi sebelum mengambil keputusan.