Apa itu titik impas?
Titik impas atau Break Even Point (BEP) adalah kondisi saat total pendapatan sama dengan total biaya sehingga usaha tidak untung dan tidak rugi. Penjualan di atas titik impas menghasilkan laba, di bawahnya menimbulkan kerugian. Angka ini penting bagi UMKM saat menentukan harga, target penjualan, atau memutuskan membuka cabang baru.
Rumus BEP
- Margin kontribusi per unit = harga jual − biaya variabel per unit.
- BEP (unit) = biaya tetap ÷ margin kontribusi per unit.
- BEP (rupiah) = BEP unit × harga jual.
- Unit untuk target laba = (biaya tetap + target laba) ÷ margin kontribusi.
Contoh
Warung kopi memiliki biaya tetap Rp10.000.000 per bulan. Harga jual satu cangkir Rp50.000 dengan biaya variabel Rp30.000. Margin kontribusi Rp20.000, sehingga BEP = 10.000.000 ÷ 20.000 = 500 cangkir atau omzet Rp25.000.000. Untuk laba Rp5.000.000 perlu 750 cangkir per bulan.
Cara memakai hasilnya
Bandingkan BEP dengan kapasitas dan rata-rata penjualan harian Anda. Jika BEP terlalu tinggi, ada tiga jalan: naikkan harga, turunkan biaya variabel, atau tekan biaya tetap. Pisahkan biaya tetap dan variabel dengan jujur. Biaya semi variabel seperti listrik perlu dipecah. Perhitungan ini mengasumsikan harga dan biaya per unit konstan, jadi gunakan sebagai pedoman perencanaan dan perbarui secara berkala.