Bagaimana bunga deposito dihitung?
Deposito berjangka adalah simpanan dengan jangka waktu tertentu dan bunga yang umumnya lebih tinggi daripada tabungan biasa. Bunga dihitung dari nominal dikalikan suku bunga per tahun, lalu disesuaikan dengan lama penempatan. Rumus sederhananya: bunga bruto = nominal × bunga per tahun × bulan ÷ 12.
Pajak atas bunga
Bunga deposito dikenai PPh final sebesar 20%, dipotong langsung oleh bank. Pajak berlaku untuk deposito di atas batas nominal tertentu (selama ini Rp7.500.000). Tarif dan batas dapat berubah mengikuti peraturan, sehingga keduanya dibuat sebagai input yang dapat Anda sesuaikan.
Contoh
Deposito Rp100.000.000 dengan bunga 5% selama 12 bulan menghasilkan bunga bruto Rp5.000.000. Pajak 20% sebesar Rp1.000.000, sehingga bunga bersih Rp4.000.000 atau sekitar Rp333.333 per bulan. Total dana akhir Rp104.000.000.
Tips memilih deposito
- Perhatikan apakah bank menghitung hari berdasarkan 365 hari sehingga hasil bisa sedikit berbeda.
- Pastikan bank menjadi peserta penjamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan suku bunga tidak melebihi batas penjaminan.
- Pilih opsi perpanjangan otomatis (ARO) bila ingin bunga dimajemukkan.
- Bandingkan bunga bersih setelah pajak, bukan hanya angka bunga yang dipromosikan.