Memahami kredit mobil
Kredit mobil di Indonesia biasanya ditawarkan oleh bank atau perusahaan pembiayaan (leasing) dengan bunga flat. Bunga dihitung dari pokok awal untuk seluruh tenor, lalu dibagi rata menjadi cicilan bulanan. Pembiayaan mobil juga lazim mewajibkan asuransi kendaraan, yang kerap dikreditkan atau ditambahkan ke pokok pinjaman.
Rumus yang dipakai
- Pokok = harga × (1 − DP%).
- Asuransi = harga × persentase per tahun × lama tenor.
- Total bunga = (pokok + asuransi) × bunga flat × tahun.
- Cicilan = (pokok + asuransi + bunga) ÷ jumlah bulan.
Contoh hitungan
Mobil Rp300.000.000, DP 25% (Rp75.000.000), tenor 4 tahun, bunga flat 6%, asuransi 2% per tahun. Asuransi total Rp24.000.000 sehingga pembiayaan Rp249.000.000. Bunga Rp59.760.000. Cicilan = Rp308.760.000 ÷ 48 = Rp6.432.500 per bulan. Provisi 1% sebesar Rp2.490.000 dibayar di muka bersama DP.
Yang sering terlewat
Premi asuransi sebenarnya berbeda tiap tahun dan menurun seiring usia mobil, jadi persentase di sini hanya pendekatan. Tambahkan juga pajak tahunan, perawatan, dan bahan bakar saat menilai kemampuan finansial. Tenor panjang membuat cicilan ringan, tetapi total bunganya jauh lebih besar. Bandingkan beberapa penawaran dan baca perjanjian secara menyeluruh, termasuk denda pelunasan dipercepat.