Apa itu HPL dan HPHT?
HPHT adalah hari pertama haid terakhir, sedangkan HPL adalah hari perkiraan lahir. Dokter dan bidan di Indonesia memakai keduanya untuk memperkirakan kapan bayi akan lahir dan memantau usia kehamilan.
Rumus Naegele
Rumus Naegele menyatakan: HPL = HPHT + 7 hari − 3 bulan + 1 tahun. Hasilnya sama dengan menambahkan 280 hari (40 minggu) pada HPHT. Contoh: HPHT 1 Januari 2026 menghasilkan HPL 8 Oktober 2026. Bila siklus Anda lebih panjang atau pendek dari 28 hari, kalkulator ini menyesuaikan HPL sesuai selisihnya.
Usia kehamilan dan trimester
Usia kehamilan dihitung sejak HPHT, bukan sejak pembuahan. Pembagian trimester yang umum:
- Trimester 1: minggu ke-1 sampai 13.
- Trimester 2: minggu ke-14 sampai 27.
- Trimester 3: minggu ke-28 sampai persalinan.
Seberapa akurat HPL?
HPL hanyalah perkiraan. Hanya sekitar 4 sampai 5% bayi lahir tepat pada HPL; kebanyakan lahir dalam rentang dua minggu sebelum atau sesudahnya. Bila haid tidak teratur atau HPHT lupa, dokter biasanya memperbaiki perkiraan melalui pemeriksaan USG. Ikuti selalu penjelasan dokter atau bidan Anda. Alat ini bukan pengganti pemeriksaan medis.